Langsung ke konten
Programming

Dasar Sistem Komputer

Foto TaufiqOleh Taufiq
Dasar Sistem Komputer
DATA DAN INFORMASI

Data

Fakta atau observasi tentang fenomena fisik atau transaksi bisnis atau lebih rinci, data adalah pengukuran- pengukuran obyektif terhadap atribut-atribut (karakteristik) dari entitas tertentu seperti manusia, tempat, sesuatu atau peristiwa. O’Brien (1999)

Informasi

Data yang telah diproses atau data yang mempunyai arti (McLeod, 1995). Data yang ditempatkan agar mempunyai arti dan berguna bagi penggunanya (O’Brien, 1999). Kata kunci pada terminology informasi adalah “harus mempunyai arti” karena bila tidak maka tetap sebagai data. Disamping itu kepada siapa informasi itu akan disampaikan juga sangat penting untuk diperhatikan.
Dasar Sistem Komputer
Dasar Sistem Komputer
Tingginya kebutuhan pada informasi tidak hanya pada jumlah, tetapi juga pada kualitasnya. Informasi yang sudah basi, tidak akurat, atau sulit dimengerti akan menjadi hal yang tidak berharga bahkan kadang- kadang membahayakan keberlangsungan hidup sebuah organisasi. Ada tiga dimensi kualitas pada informasi yaitu waktu (time), isi (content) dan bentuk (form).
Tabel Karakteristik kualitas informasi (O’Brien, 1999).
 
Karakteristik
Arti
Dimensi Waktu (Time)
– Timeliness
Informasi harus tersedia ketika dibutuhkan
– Currency
Informasi harus up-to–date ketika disampaikan
– Frequency
Informasi harus tersedia dalam frekuensi yang dibutuhkan
– Time Period
Informasi yang tersedia dapat berupa masa lalu, sekarang dan masa depan
Dimensi Isi (Content)
– Accuracy
Informasi harus bebas dari kesalahan
– Relevance
Informasi harus sesuai dengan kebutuhan pengguna tertentu pada situasi tertentu
– Completeness
Seluruh informasi yang dibutuhkan harus tersedia
– Conciseness
Hanya informasi yang dibutuhkan yang akan disampaikan
– Scope
Informasi dapat memiliki ruang lingkup yang sempit, luas, internal atau eksternal
Dimensi Bentuk (Form)
– Clarity
Informasi harus disampaikan dalam bentuk yang mudah dimengerti
– Detail
Informasi dapat disampaikan dalam     bentuk ringkasan atau detil
– Order
Informasi yang disampaikan dapat diatur dalam urutan yang telah ditentukan sebelumnya
– Presentation
Informasi dapat disampaikan dalam bentuk narasi, grafik, atau bentuk–bentuk yang lain
– Media
Informasi dapat disampaikan dalam media cetakan kertas, tampilan video, atau media yang lain.
 

Siklus Pengolahan Data dalam Sistem Komputer

Transformasi data menjadi informasi tidak terjadi secara otomatis. Dalam sistem komputer, proses ini mengikuti siklus pengolahan data yang terdiri atas empat tahap: input, process, output, dan storage. Setiap tahap memiliki komponen spesifik. Perangkat input menangkap data mentah, CPU memprosesnya, perangkat output menyajikannya, dan media penyimpanan merekamnya untuk kebutuhan berikutnya. Siklus ini adalah fondasi operasional yang menentukan apakah informasi yang dihasilkan memenuhi tiga dimensi kualitas yang telah dibahas sebelumnya: waktu, isi, dan bentuk.

Tahap process adalah titik di mana data mentah memperoleh makna. CPU mengeksekusi instruksi mesin melalui siklus fetch-decode-execute. Pada level ini, data hanyalah nilai biner dalam register dan memori. Makna muncul hanya ketika instruksi menginterpretasikan nilai-nilai tersebut berdasarkan logika yang terdefinisi — misalnya, membandingkan timestamp transaksi penjualan dengan periode pelaporan. Karena itu, kualitas informasi tidak hanya bergantung pada akurasi data, tetapi juga pada kebenaran logika pemrosesan. Bug pada operator perbandingan (menggunakan `<` alih-alih `<=`) dapat menghasilkan informasi yang salah secara sistematis meskipun data input valid. Validasi input dan unit testing pada logika transformasi adalah langkah wajib, bukan opsional.

Storage dan feedback melengkapi siklus ini. Data yang tersimpan memungkinkan perbandingan historis dan analisis tren, yang mengubah fakta terisolasi menjadi informasi kontekstual. Loop feedback memungkinkan sistem memvalidasi output terhadap rentang yang diharapkan. Dalam arsitektur web, pola ini terpetakan pada siklus request-response: klien mengirim input (HTTP request), server memprosesnya (logika aplikasi dan query database), lalu mengembalikan output (HTTP response). Troubleshooting masalah kualitas informasi dimulai dengan menelusuri tahap mana dari siklus yang menurunkan kualitas data — apakah capture input yang lossy, logika pemrosesan yang cacat, atau format output yang mengaburkan makna. Ketiga sumber kegagalan ini membutuhkan penanganan yang berbeda.

Implikasi praktisnya: saat merancang atau men-debug sistem komputer, petakan alur data melalui tahap-tahap siklus ini. Identifikasi di mana data ditangkap, bagaimana data ditransformasikan, dan di mana data disajikan. Pendekatan sistematis ini mencegah kesalahan umum yang memperlakukan masalah kualitas informasi murni sebagai masalah data. Siklus ini juga memperjelas peran setiap komponen: storage tanpa processing hanyalah repositori; processing tanpa storage tidak dapat menghasilkan informasi tren; output tanpa format yang tepat gagal memenuhi dimensi “bentuk” dari kualitas informasi. Pemahaman siklus ini menjadi prasyarat sebelum mendalami arsitektur perangkat keras maupun perangkat lunak pada bab-bab berikutnya.

Hal yang sering ditanyakan seputar Dasar Sistem Komputer

Apa perbedaan antara data dan informasi?

Data adalah fakta atau pengukuran objektif terhadap atribut entitas tertentu seperti manusia, tempat, atau peristiwa. Informasi adalah data yang telah diproses sehingga mempunyai arti dan berguna bagi penggunanya. Perbedaan kuncinya terletak pada pemrosesan dan makna yang melekat pada informasi.

Mengapa kualitas informasi sangat penting bagi organisasi?

Informasi yang basi, tidak akurat, atau sulit dimengerti tidak berguna dan dapat membahayakan keberlangsungan hidup organisasi. Keputusan strategis bergantung pada informasi berkualitas tinggi. Informasi rendah kualitas memicu kesalahan analisis dan pengambilan keputusan yang merugikan.

Apa saja tiga dimensi kualitas informasi menurut O’Brien?

Tiga dimensi kualitas informasi menurut O’Brien adalah waktu (time), isi (content), dan bentuk (form). Waktu mengacu pada ketepatan dan kecepatan informasi tersedia. Isi berkaitan dengan ketepatan dan kelengkapan data. Bentuk menyangkut presentasi dan format informasi agar mudah dipahami pengguna.

Mengapa konteks penerima informasi perlu diperhatikan?

Kata kunci pada terminologi informasi adalah “harus mempunyai arti”. Arti suatu data bergantung pada konteks penerimanya. Informasi yang relevan bagi satu pihak belum tentu bermakna bagi pihak lain, sehingga pemilihan penerima sangat menentukan efektivitas informasi.

Bagaimana data berubah menjadi informasi dalam sistem komputer?

Proses pengolahan data meliputi pengumpulan, pengelompokan, penghitungan, dan penyimpanan sehingga menghasilkan makna yang berguna. Sistem komputer menjalankan proses ini melalui hardware dan software secara otomatis dan cepat. Hasil olahan inilah yang kemudian disajikan sebagai informasi kepada pengguna.

Komentar

Memuat komentar…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.